PENDIDIKAN DAN STUKTUR SOSIAL
Gunawan ardiansyah
IAIN Tulungagung
Jl.mayor sujadi
timur 46 Tulungagung,Jawa Timur
A.
Struktur Sosial
Kata struktur
berasal dari bahasa latin yaitu structur yang berarti menyusun,
membangun, atau mendirikan. Dari kata sructur diturunkan menjadi kata stuctura
yang berarti susunan atau bangunan. Jadi, struktur sosial berarti susunan
masyarakat .
Struktur sosial
mengacu pada hubungan fundamental yang memberi bentuk dasar pada masyarakat dan
memberi aksi-aksi yang mungkin dilakukan secara organisasi. Beberapa ahli
mendefinisikan struktur sosial, yaitu :
1.
Soerjono Soekanto
Menurutnya,
struktur sosial sebagai sebuah hubungan timbal balik antara posisi-posisi
sosial dan antara peranan-peranan sosial.
2.
Abdul Sani
Ia
berpandangan bahwa struktur sosial sebagai sebuah tatanan sosial dalam
kehidupan masyarakat.
3.
George Simel
Menurutnya,
struktur sosial adalah kumpulan individu serta pola perilakunya.
Jadi, struktur sosial diartikan sebagai suatu skema penempatan
nilai-nilai sosial budaya dan organ-organ masyarakat pada posisi yang dianggap
sesuai agar organisme masyarakat sebagai suatukeseluruhan dapat berfungsi dan
kepentingan setiap bagian dapat berjalan dalam jangka waktu yang relatif lama.
Struktur sosial
memiliki elemen dasar, yaitu status sosial, peran sosial, kelompok dan
institusi.
1.
Status sosial merupakan suatu kedudukan atau posisi seseorang dalam
kelompok masyarakat. Status sosial tersebut meliputi keseluruhan posisi sosial
yang terdapat dalam suatu kelompok besar masyarakat mulai dari yang paling
rendah sampai yang paling tinggi. Scara umum struktur sosial terbagi menjadi
tiga kelompok yaitu, ascribed status,achived status, dan asigned
status. Ascribed status merupakan status yang diberikan masyarakat kepad
seseorang tanpa memandang bakat atau karakteristik keunikan orang tersebut. Achived
status merupakan status yang didapat seseorang melalui usahsnya sendiri tanpa
adanya bantuan orang lain. Assigned status merupakan statusyang
diberikan seseorang karena telah berjasa dalam melakukan sesuatu untuk
masyarakat.
2.
Peran sosial merupakan seperangkat harapan terhadap seseorang yang
menempati posisi atau status sosial tertentu di masyarakat. Adanya peran sosial
ini dapat memberikan sumbangan bagi stabilitas masyarakat dengan cara
memampukan tindakan-tindakan mereka sendiri. Peran sosial ini tidak dapat
berfungsi karena adanya pembatasan antara hubungan interaksi dan individu.
3.
Kelompok merupakan sejumlah orang yang memiliki norma-norma,
nilai-nilai, dan harapan yang sama serta secara sadar dan teratur untuk saling
berinteraksi. Kelompok memang memainkan peran yang bagitu penting dalam
struktur di masyarakat. Karena sebagian interaksi sosial yang berlangsung dalam
kelompok itu sesungguhnya dipengaruhi oleh norma-norma dan berbagai bentuk
sanksi yang ada dalam kelompok tersebut.
4.
Institusi merupakan suatu pola yang terbentuk dan terorganisasi
dari adanya kepercayaan dan perilaku yang dipusatkan pada kebutuhan sosial.
Institusi dibentuk untuk memenuhi adanya kebutuhan tertentu. Melalui institusi
sosial akan terlihat secara jelas keberadaan struktur dalam masyarakat.
Institusi sosial ini terdiri dari keluarga ,sosial, dan dan pemerintah. Ketiga
institusi ini merupakan aspek yang begitu fundamental dalam struktur sosial.
B.
Kedudukan dan Peranan
Kedudukan atau status menentukan
posisi seseorang dalam struktur sosial, yakni menentukan hubungannya dengan
orang lain, misalnya apa yang dapat diharapkan oleh suami dari isterinya, apa
yang diharapkan majikan dari pekerjaan pegawainnya, bagaimana orang tua atau
guru memperlakukan anak dan sebaliknya.
Kedudukan
seseorang ada yang diperoleh berdasarkan kelahiran, ada pula yang diperoleh
sendiri berkat usaha individu. Dalam masyarakat modern dengan banyaknya
pembagian dan spesialisasi pekerjaan, luas kemungkinan untuk memperoleh
kedudukan berkat usaha sendiri, antara lain melalui pendidikan.
Dalam setiap
golongan individu diharapkan menunjukkan pola kelakuan tertentu. Perbuatannya,
ucapannya,perasaannya, nilai-nilanya, dan sebagainya harus sesuai dengan apa
yang diharapkan bertalian dengan kedudukannya. Menurut kedudukan atau posisinya
ia harus menjalankan peranan tertentu. Peranan menentukan kelakuan yang
diharapkan dalam situasi sosial tertentu.
Pada umunya
dapat dibedakan menjadi dua tingkat dalam struktur sosial sekolah yakni yang
berkenaan dengan orang dewasa serta hubungan diantara mereka, jadi mengenai
kepala sekolah, guru-guru, pegawai administrasi, pesuruh, pengurus yayasan pada
sekolah swasta.
Jadi, Kedudukan seseorang
ada yang diperoleh berdasarkan kelahiran, ada pula yang diperoleh sendiri
berkat usaha individu.
C.
Struktur sosial berhubungan dengan kurikulum
Pada umumnya tidak
diadakan diferensiasi kurikulum berdasarkan perbedaan jenis kelamin.
Murid-murid di SD, SMP, SMA, wanita mapun pria mengikuti pelajaran yang sama. misalnya
sepak bola yang hanya diikuti oleh murid pria dan keterampilan menjahit yang
lebih sesuai bagi murid wanita. Bidang studi akademis sama bagi semua anak pria
maupun wanita.
Berhasil
gagalnya seorang murid dalam pelajarannya turut menentukan kedudukannya dalam
kelompoknya. Seorang dikenal jago matematika, fisika, bahasa, dan lain-lain.
Murid-murid yang pandai sering diberikan tugas-tugas khusus. Biasanya
murid-murid yang rapornya baik diizinkan menjadi anggota pengurus perkumpulan
sekolah. Dalam kelompo belaja murid yang pandai akan dijadikan pemimpin. Ada
sekolah-sekolah yang termasuk besar yang membentuk kelas yang terdiri atas
murid-murid yang berprestasi tinggi.
Di SMA setelah
semester pertama diadakan pembagian jurusan-jurusan, menurut teorinya
menyalurkan murid-murid menurut bakat masing-masing. Dalam kenyataanya
murid-murid yang berprestasi yang memadai masuk jurusan IPA yang dianggap
mmpunyai kedudukan yang lebih tinggi daripada misalnya jurusan IPS, karena
jurusan iu membuka pintu ke jabatan yang terhormat seperti insinyur atau
dokter. Maka murid-murid yang masuk IPS dapat dicap sebagai yang “kurang
pandai” yang mereka rasakan sebagai pukulan harga diri mereka.
Jadi,struktur sosial juga berpengaruh dalam mnentuan kurikulum yang akan
dijalaninya, Dalam
kelompok belajar murid yang
pandai akan dijadikan pemimpin dalam pennempatapun masing masing muidpun berbeda murid-murid
yang berprestasi yang memadai masuk jurusan IPA yang dianggap mmpunyai
kedudukan yang lebih tinggi daripada misalnya jurusan IPS, karena jurusan iu
membuka pintu ke jabatan yang terhormat seperti insinyur atau dokter.
D.
Pengelompokan di Sekolah
Pengelompokan atau pembentukan klik (clique) mudah terjadi
disekolah. Suatu klik terbentuk bila dua orang atau lebih saling merasa
persahabatan yang akrab dan karena itu banyak bermain bersama, sering
bercakap-cakap, merencanakan dan melakukan kegiatan yang sama didalam maupun
diluar sekolah. Anggota klik merasa diri bersatu dan merasa diri kuat dan penuh
kepercayaan berkat rasa persatuan dan kekompakan itu. Mereka mengutamakan
kepentingan kelompok diatas kepentingan individual dan sikap ini dapat
menimbulkan konflik dengan orang tua, sekolah, dan klik-klik lainnya. Bila klik
ini mempunyai sikap anti-sosial maka klik itu dapat menjadi “geng”.
Stabilitas klik dapat diselidiki dengan menggunakan teknik sosiometri pada jangka
waktu tertentu, misalnya dengan jarak waktu satu, dua, atau tiga tahun.
Faktor yang paling penting dalam
pembentukan klik adalah usia atau tingkat kelas. Suatu klik jarang
beranggotakan anak yang berusia dua tahun lebih atau yang kelasnya satu dua tahu
lebh timggi. Selain itu klik biasanya beranggotakan murid dan jenis kelamin
yang sama.
Struktur klik juga berkaitan denga struktur ekologi masyarakat.
Mereka yang tempat tinggalnya berdekatan cenderung untuk sama-sama pulang-pergi
ke sekolah dengan kendaraan atau jalan kaki dan dengan demikian mengikat
persahabatan.
Bentuk-bentuk klik yang mungkin
timbul disuatu sekolah banyak aneka ragamnya, bergantung pada perbedaan murid
yang ada di sekolah itu. Ada kemungkinan terbentuk kelompok berdasarkan
kesukuan dikalangan murid-murid yang dapat dari daerah lain, atau karena mereka
merupakan minoritas.
Selain
pengelompokan tak-formal terdapat pula perkumpulan yang mempunyai pengurus.
Perkumpulan utama di Sekolah Menengah ialah OSIS yang dapat memiputi berbagai
seksi, seperti seksi olahraga, kesenian, kerohanian, dan sebagianya. Para siswa
yang mempunyai hobi tertentu dapat membentuk kelompok masing-masing, yang dapat
bernaung dibawah OSIS.
Pengelompokan murid disekoah karna adanya bila
dua orang atau lebih saling merasa persahabatan yang akrab dan karena itu
banyak bermain bersama, sering bercakap-cakap, merencanakan dan melakukan
kegiatan yang sama didalam maupun diluar sekolah.
E.
Pengaruh-pengaruh Luar Terhadap Sekolah
Berbagai hal
diluar sekolah yang dapat mempengaruhi sistem sekolah antara lain, pengaruh
terhadap peranan murid, pengaruh terhadap peranan guru, dan pengaruh peranan
terhadap sekolah.
1.
Pengaruh Terhadap Peranan Murid
Peranan murid antara lain ditentukan oleh guru akan tetapi juga
oleh pandangan masyarakat tentang peranan murid, antar lain oleh keluarga
murid, kelompok sepermainan, model-model bagi kelakuannya termasuk tokoh-tokoh
madia massa.
2.
Pengaruh Luar
Terhadap Guru
Peranan guru
sebagian besar ditentukan oleh harapan-harapan kepala sekolah dan pihak atasan. Perkumpulan guru dapat mempengaruhi guru dan mengharapkan agar
guru-guru berpegang teguh kepada etika guru. Hingga batas tertentu mungkin guru
juga dipengaruhi oleh keluarganya sendiri dan oleh orang-orang dalam lingkungan
sosialnya.
3.
Pengaruh Luar
Terhadap Sekolah
Setiap sekolah berada di lingkungan sosial tertentu, yakni
masyarakat sekitar, daerah, maupun negara. Norma-norma yang berlaku dalam
masyarakat sekitar sekolah mau tak mau harus dihormati guru. Dalam masyarakat
terdapat kelompok-kelompok yang dengan sengaja ingin mempengaruhi apa yang
diajarkan kepada anak-anak seperti golongan usahawan, buruh, patriot, agama,
veteran, tentara, politik, dan sebagainya, tentu saja melalui pemerintah.
Sekolah tak dapat tiada menjalankan kurikulum dan segala aturan yang ditentukan
oleh Negara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar