Rabu, 16 November 2016

PENDIDIKAN DAN STUKTUR SOSIAL
Gunawan ardiansyah
IAIN Tulungagung
Jl.mayor sujadi  timur 46 Tulungagung,Jawa Timur

A.    Struktur Sosial
Kata struktur berasal dari bahasa latin yaitu structur yang berarti menyusun, membangun, atau mendirikan. Dari kata sructur diturunkan menjadi kata stuctura yang berarti susunan atau bangunan. Jadi, struktur sosial berarti susunan masyarakat .
Struktur sosial mengacu pada hubungan fundamental yang memberi bentuk dasar pada masyarakat dan memberi aksi-aksi yang mungkin dilakukan secara organisasi. Beberapa ahli mendefinisikan struktur sosial, yaitu :
1.      Soerjono Soekanto
Menurutnya, struktur sosial sebagai sebuah hubungan timbal balik antara posisi-posisi sosial dan antara peranan-peranan sosial.
2.      Abdul Sani
Ia berpandangan bahwa struktur sosial sebagai sebuah tatanan sosial dalam kehidupan masyarakat.
3.      George Simel
Menurutnya, struktur sosial adalah kumpulan individu serta pola perilakunya.
Jadi, struktur sosial diartikan sebagai suatu skema penempatan nilai-nilai sosial budaya dan organ-organ masyarakat pada posisi yang dianggap sesuai agar organisme masyarakat sebagai suatukeseluruhan dapat berfungsi dan kepentingan setiap bagian dapat berjalan dalam jangka waktu yang relatif lama.
Struktur sosial memiliki elemen dasar, yaitu status sosial, peran sosial, kelompok dan institusi.
1.      Status sosial merupakan suatu kedudukan atau posisi seseorang dalam kelompok masyarakat. Status sosial tersebut meliputi keseluruhan posisi sosial yang terdapat dalam suatu kelompok besar masyarakat mulai dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi. Scara umum struktur sosial terbagi menjadi tiga kelompok yaitu, ascribed status,achived status, dan asigned status. Ascribed status merupakan status yang diberikan masyarakat kepad seseorang tanpa memandang bakat atau karakteristik keunikan orang tersebut. Achived status merupakan status yang didapat seseorang melalui usahsnya sendiri tanpa adanya bantuan orang lain. Assigned status merupakan statusyang diberikan seseorang karena telah berjasa dalam melakukan sesuatu untuk masyarakat.
2.      Peran sosial merupakan seperangkat harapan terhadap seseorang yang menempati posisi atau status sosial tertentu di masyarakat. Adanya peran sosial ini dapat memberikan sumbangan bagi stabilitas masyarakat dengan cara memampukan tindakan-tindakan mereka sendiri. Peran sosial ini tidak dapat berfungsi karena adanya pembatasan antara hubungan interaksi dan individu.
3.      Kelompok merupakan sejumlah orang yang memiliki norma-norma, nilai-nilai, dan harapan yang sama serta secara sadar dan teratur untuk saling berinteraksi. Kelompok memang memainkan peran yang bagitu penting dalam struktur di masyarakat. Karena sebagian interaksi sosial yang berlangsung dalam kelompok itu sesungguhnya dipengaruhi oleh norma-norma dan berbagai bentuk sanksi yang ada dalam kelompok tersebut.
4.       Institusi merupakan suatu pola yang terbentuk dan terorganisasi dari adanya kepercayaan dan perilaku yang dipusatkan pada kebutuhan sosial. Institusi dibentuk untuk memenuhi adanya kebutuhan tertentu. Melalui institusi sosial akan terlihat secara jelas keberadaan struktur dalam masyarakat. Institusi sosial ini terdiri dari keluarga ,sosial, dan dan pemerintah. Ketiga institusi ini merupakan aspek yang begitu fundamental dalam struktur sosial.
B.     Kedudukan dan Peranan
           Kedudukan atau status menentukan posisi seseorang dalam struktur sosial, yakni menentukan hubungannya dengan orang lain, misalnya apa yang dapat diharapkan oleh suami dari isterinya, apa yang diharapkan majikan dari pekerjaan pegawainnya, bagaimana orang tua atau guru memperlakukan anak dan sebaliknya.
Kedudukan seseorang ada yang diperoleh berdasarkan kelahiran, ada pula yang diperoleh sendiri berkat usaha individu. Dalam masyarakat modern dengan banyaknya pembagian dan spesialisasi pekerjaan, luas kemungkinan untuk memperoleh kedudukan berkat usaha sendiri, antara lain melalui pendidikan.
Dalam setiap golongan individu diharapkan menunjukkan pola kelakuan tertentu. Perbuatannya, ucapannya,perasaannya, nilai-nilanya, dan sebagainya harus sesuai dengan apa yang diharapkan bertalian dengan kedudukannya. Menurut kedudukan atau posisinya ia harus menjalankan peranan tertentu. Peranan menentukan kelakuan yang diharapkan dalam situasi sosial tertentu.
Pada umunya dapat dibedakan menjadi dua tingkat dalam struktur sosial sekolah yakni yang berkenaan dengan orang dewasa serta hubungan diantara mereka, jadi mengenai kepala sekolah, guru-guru, pegawai administrasi, pesuruh, pengurus yayasan pada sekolah swasta.
Jadi, Kedudukan seseorang ada yang diperoleh berdasarkan kelahiran, ada pula yang diperoleh sendiri berkat usaha individu.

C.    Struktur sosial berhubungan dengan kurikulum
Pada umumnya tidak diadakan diferensiasi kurikulum berdasarkan perbedaan jenis kelamin. Murid-murid di SD, SMP, SMA, wanita mapun pria mengikuti pelajaran yang sama. misalnya sepak bola yang hanya diikuti oleh murid pria dan keterampilan menjahit yang lebih sesuai bagi murid wanita. Bidang studi akademis sama bagi semua anak pria maupun wanita.
Berhasil gagalnya seorang murid dalam pelajarannya turut menentukan kedudukannya dalam kelompoknya. Seorang dikenal jago matematika, fisika, bahasa, dan lain-lain. Murid-murid yang pandai sering diberikan tugas-tugas khusus. Biasanya murid-murid yang rapornya baik diizinkan menjadi anggota pengurus perkumpulan sekolah. Dalam kelompo belaja murid yang pandai akan dijadikan pemimpin. Ada sekolah-sekolah yang termasuk besar yang membentuk kelas yang terdiri atas murid-murid yang berprestasi tinggi.
Di SMA setelah semester pertama diadakan pembagian jurusan-jurusan, menurut teorinya menyalurkan murid-murid menurut bakat masing-masing. Dalam kenyataanya murid-murid yang berprestasi yang memadai masuk jurusan IPA yang dianggap mmpunyai kedudukan yang lebih tinggi daripada misalnya jurusan IPS, karena jurusan iu membuka pintu ke jabatan yang terhormat seperti insinyur atau dokter. Maka murid-murid yang masuk IPS dapat dicap sebagai yang “kurang pandai” yang mereka rasakan sebagai pukulan harga diri mereka.

Jadi,struktur sosial juga berpengaruh dalam mnentuan kurikulum  yang akan  dijalaninya, Dalam kelompok belajar murid yang pandai akan dijadikan pemimpin dalam pennempatapun masing masing muidpun berbeda  murid-murid yang berprestasi yang memadai masuk jurusan IPA yang dianggap mmpunyai kedudukan yang lebih tinggi daripada misalnya jurusan IPS, karena jurusan iu membuka pintu ke jabatan yang terhormat seperti insinyur atau dokter.
D.    Pengelompokan di Sekolah
Pengelompokan atau pembentukan klik (clique) mudah terjadi disekolah. Suatu klik terbentuk bila dua orang atau lebih saling merasa persahabatan yang akrab dan karena itu banyak bermain bersama, sering bercakap-cakap, merencanakan dan melakukan kegiatan yang sama didalam maupun diluar sekolah. Anggota klik merasa diri bersatu dan merasa diri kuat dan penuh kepercayaan berkat rasa persatuan dan kekompakan itu. Mereka mengutamakan kepentingan kelompok diatas kepentingan individual dan sikap ini dapat menimbulkan konflik dengan orang tua, sekolah, dan klik-klik lainnya. Bila klik ini mempunyai sikap anti-sosial maka klik itu dapat menjadi “geng”.
          Stabilitas klik dapat diselidiki dengan menggunakan teknik sosiometri pada jangka waktu tertentu, misalnya dengan jarak waktu satu, dua, atau tiga tahun.
           Faktor yang paling penting dalam pembentukan klik adalah usia atau tingkat kelas. Suatu klik jarang beranggotakan anak yang berusia dua tahun lebih atau yang kelasnya satu dua tahu lebh timggi. Selain itu klik biasanya beranggotakan murid dan jenis kelamin yang sama.
            Struktur klik juga berkaitan denga struktur ekologi masyarakat. Mereka yang tempat tinggalnya berdekatan cenderung untuk sama-sama pulang-pergi ke sekolah dengan kendaraan atau jalan kaki dan dengan demikian mengikat persahabatan.
            Bentuk-bentuk klik yang mungkin timbul disuatu sekolah banyak aneka ragamnya, bergantung pada perbedaan murid yang ada di sekolah itu. Ada kemungkinan terbentuk kelompok berdasarkan kesukuan dikalangan murid-murid yang dapat dari daerah lain, atau karena mereka merupakan minoritas.
            Selain pengelompokan tak-formal terdapat pula perkumpulan yang mempunyai pengurus. Perkumpulan utama di Sekolah Menengah ialah OSIS yang dapat memiputi berbagai seksi, seperti seksi olahraga, kesenian, kerohanian, dan sebagianya. Para siswa yang mempunyai hobi tertentu dapat membentuk kelompok masing-masing, yang dapat bernaung dibawah OSIS.
           Pengelompokan murid disekoah karna adanya  bila dua orang atau lebih saling merasa persahabatan yang akrab dan karena itu banyak bermain bersama, sering bercakap-cakap, merencanakan dan melakukan kegiatan yang sama didalam maupun diluar sekolah.
E.     Pengaruh-pengaruh Luar Terhadap Sekolah
Berbagai hal diluar sekolah yang dapat mempengaruhi sistem sekolah antara lain, pengaruh terhadap peranan murid, pengaruh terhadap peranan guru, dan pengaruh peranan terhadap sekolah.
1.      Pengaruh Terhadap Peranan Murid
Peranan murid antara lain ditentukan oleh guru akan tetapi juga oleh pandangan masyarakat tentang peranan murid, antar lain oleh keluarga murid, kelompok sepermainan, model-model bagi kelakuannya termasuk tokoh-tokoh madia massa.
2.      Pengaruh Luar Terhadap Guru
Peranan guru sebagian besar ditentukan oleh harapan-harapan kepala sekolah dan pihak atasan. Perkumpulan guru dapat mempengaruhi guru dan mengharapkan agar guru-guru berpegang teguh kepada etika guru. Hingga batas tertentu mungkin guru juga dipengaruhi oleh keluarganya sendiri dan oleh orang-orang dalam lingkungan sosialnya.
3.      Pengaruh Luar Terhadap Sekolah

Setiap sekolah berada di lingkungan sosial tertentu, yakni masyarakat sekitar, daerah, maupun negara. Norma-norma yang berlaku dalam masyarakat sekitar sekolah mau tak mau harus dihormati guru. Dalam masyarakat terdapat kelompok-kelompok yang dengan sengaja ingin mempengaruhi apa yang diajarkan kepada anak-anak seperti golongan usahawan, buruh, patriot, agama, veteran, tentara, politik, dan sebagainya, tentu saja melalui pemerintah. Sekolah tak dapat tiada menjalankan kurikulum dan segala aturan yang ditentukan oleh Negara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar